SESIKUN DIALEK A : Pribahasa Hidup di Tengah Tengah Budaya Lampung

goletekno.com SESIKUN DIALEK A : SESIKUN (Pribahasa) Hidup di tengah tengah budala Lampung. Berikut mari kita simak Sesikun yang berkembang di Suku Lampung Peminggir (Saibatin).

  • Simah Radu, Taya Mak Maluang. ( Suka Memberi sudah, Harta Tidak Berkurang )
Artinya : Tindakan yang suka memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan tidak akan mengurangi harta kita.

Sesikun ini bersesuian dengan ajaran Islam yang dianut Suku Lampung. Barang siapa yang memberikan sebagian dari hartanya dengan ikhlas maka akan diganti berlipat ganda. Bukankah dari harta yang kita miliki sesungguhnya ada hak orang lain diantaranya anak yatim dan fakir miskin.

  • Ngelucukko Sai Renok, Ngabedak Burung Habang. ( Melepaskan yang Jinak, Mengejar Burung Terbang )
Artinya : Tindakan yang memperturutkan hawa nafsu, sesuatu yang sudah jelas menjadi milik kita namun di sia siakan, demi untuk mengejar sesuatu yang belum tentu akan kita dapatkan hasilnya. Pada umumnya tindakan ini akan mengalami kegagalan. Sesikun ini bersesuaian dengan peribahasa " Melepaskan Burung digenggaman, mengharapkan burung terbang".

  • Muluk Way Nyidang Angin, Tangih Kidang Kakalau. ( Memulut/Mengelem air menjaring angin, tipis kemungkinan berhasil tetapi penuh harapan ).
Artinya : Sesuatu pekerjaan yang bila di ukur dengan kebiasaan umum sulit untuk berhasil, tetapi dengan ilmu pengetahuan dan kegigihan hal ini bisa saja terjadi.

Sesikun ini merupakan pendorong semangat kepada kaum muda untuk memahami rahasia alam dengan ilmu pengetahuan. Jika pada jaman dahulu menjaring angin adalah hal yang sia sia namun sekarang dengan teknologi kita dapat memanfaatkan tenaga angin menjadi pembangkit listrik.

  • Lalang Menok Ram Cadang, Hanyak Menok Ram Rusak. ( Tertawa Melihat Kita Rusak, Gembira Melihat Kita menderita ).
Artinya : Seseorang yang memiliki hati yang amat tidak baik, dia akan merasa gembira apabila melihat orang lain menderita dan sengsara. Tentunya dia juga akan merasa tidak senang bila melihat orang lain bahagia.

Sesikun ini mengingatkan ungkapan yang sering kita dengar di Masyarakat " Senang melihat orang lain susah, Susah Melihat orang lain senang ". Hal ini biasanya dimiliki oleh orang yang memiliki hati iri dan dengki.

  • Asing Jawohne Iwa Ngarattau, Pagun Mulang di Bumbun. ( Bagaimanapun Jauhnya ikan merantau, masih pulang disarang ).
Artinya : Sejauh manapun orang pergi merantau, pada masanya dia akan pulang juga ke kampung halamannya. Entah hanya untuk melepas rasa rindu dan silaturahmi atau bis juga akan menetap selamanya. Sering kita menyaksikan seseorang yang telah pensiun kembali ke kampung halamannya.

Sesikun ini bersesuaian dengan pribahasa " Sejauh jauhnya bangau terbang, hinggapnya di kubangan juga"

Bagaimana apakah anda sudah mengetahui apa itu Sasikun Dialek A yang merupakan Pribahasa Hidup di Tengah Tengah Budaya Masyarakat Lampung?

Semoga sedikit ulasan tentang Sasikun Dialek A mampu memberikan sedikit penerangan tentang sasikun, Jika Artikel tentang sasikun ini dirasa bermanfaat , silahkan beritahu teman teman dengan cara membagikan artikel ini.

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "SESIKUN DIALEK A : Pribahasa Hidup di Tengah Tengah Budaya Lampung"

  1. Oh begini pribahasa budaya lampung, kebetulan ane ada temen yang dipesantren bisa bahasa lampung nanti ane coba pribahasa nya buat ngomong ke temen ane :D

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan Baik sesuai dengan Topik Pembahasan, tidak dibenarkan berkomentar mengandung SARA