Showing posts with label Regional. Show all posts
Showing posts with label Regional. Show all posts
POJOK SABURAI : Pepatah Bijak Suku Lampung

POJOK SABURAI : Pepatah Bijak Suku Lampung

goletekno.com Pepatah Bijak Suku Lampung yang ditulis oleh Yan Rizwar Al-Lampungi dalam sebuah media cetak Radar Lampung pada kolom POJOK SABURAI yang dirilis pada hari selasa tanggal 19 April 2016. sangat menginspirasi untuk keseharian kita dalam ber masyarakat dan bergaul dengan teman, kerabat dan rekan kerja.

Mari kita simak dengan seksama tentang Pepatah Bijak Suku Lampung berikut ini :

  • Dang nganjang kepas mak nganjang khekang
Artinya : Jangan Sedepa Bisa, Sejengkal tidak Bisa
Dalam Pepatah ini mengibaratkan kepada diri kita bahwa dalam mengerjakan sebuah pekerjaan yang besar saja bisa dilakukan akan tetapi mengapa pekerjaan yang ringan atau sepele tidak bisa di selesaikan bisa jadi karena kita yang malas untuk mengerjakannya.

  • Ngelemoh asal dang patoh, ngegedokh asal dang pegat
Artinya : Mengalah untuk menang asal jangan menuju binasa

  • Halimawong nyegokko takhing, ulai nyegokko bisa
Artinya : Berpura pura bodoh lebih baik dari pada berlagak pandai tapi tidak tahu

  • Ingok do badan dang lupa di lapahan
Artinya : Ingatlah diriku jangan pernah kau lupa dengan tujuan mu
Read More
SESIKUN DIALEK A : Pribahasa Hidup di Tengah Tengah Budaya Lampung

SESIKUN DIALEK A : Pribahasa Hidup di Tengah Tengah Budaya Lampung

goletekno.com SESIKUN DIALEK A : SESIKUN (Pribahasa) Hidup di tengah tengah budala Lampung. Berikut mari kita simak Sesikun yang berkembang di Suku Lampung Peminggir (Saibatin).

  • Simah Radu, Taya Mak Maluang. ( Suka Memberi sudah, Harta Tidak Berkurang )
Artinya : Tindakan yang suka memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan tidak akan mengurangi harta kita.

Sesikun ini bersesuian dengan ajaran Islam yang dianut Suku Lampung. Barang siapa yang memberikan sebagian dari hartanya dengan ikhlas maka akan diganti berlipat ganda. Bukankah dari harta yang kita miliki sesungguhnya ada hak orang lain diantaranya anak yatim dan fakir miskin.

  • Ngelucukko Sai Renok, Ngabedak Burung Habang. ( Melepaskan yang Jinak, Mengejar Burung Terbang )
Artinya : Tindakan yang memperturutkan hawa nafsu, sesuatu yang sudah jelas menjadi milik kita namun di sia siakan, demi untuk mengejar sesuatu yang belum tentu akan kita dapatkan hasilnya. Pada umumnya tindakan ini akan mengalami kegagalan. Sesikun ini bersesuaian dengan peribahasa " Melepaskan Burung digenggaman, mengharapkan burung terbang".

  • Muluk Way Nyidang Angin, Tangih Kidang Kakalau. ( Memulut/Mengelem air menjaring angin, tipis kemungkinan berhasil tetapi penuh harapan ).
Artinya : Sesuatu pekerjaan yang bila di ukur dengan kebiasaan umum sulit untuk berhasil, tetapi dengan ilmu pengetahuan dan kegigihan hal ini bisa saja terjadi.

Sesikun ini merupakan pendorong semangat kepada kaum muda untuk memahami rahasia alam dengan ilmu pengetahuan. Jika pada jaman dahulu menjaring angin adalah hal yang sia sia namun sekarang dengan teknologi kita dapat memanfaatkan tenaga angin menjadi pembangkit listrik.

  • Lalang Menok Ram Cadang, Hanyak Menok Ram Rusak. ( Tertawa Melihat Kita Rusak, Gembira Melihat Kita menderita ).
Artinya : Seseorang yang memiliki hati yang amat tidak baik, dia akan merasa gembira apabila melihat orang lain menderita dan sengsara. Tentunya dia juga akan merasa tidak senang bila melihat orang lain bahagia.

Sesikun ini mengingatkan ungkapan yang sering kita dengar di Masyarakat " Senang melihat orang lain susah, Susah Melihat orang lain senang ". Hal ini biasanya dimiliki oleh orang yang memiliki hati iri dan dengki.

  • Asing Jawohne Iwa Ngarattau, Pagun Mulang di Bumbun. ( Bagaimanapun Jauhnya ikan merantau, masih pulang disarang ).
Artinya : Sejauh manapun orang pergi merantau, pada masanya dia akan pulang juga ke kampung halamannya. Entah hanya untuk melepas rasa rindu dan silaturahmi atau bis juga akan menetap selamanya. Sering kita menyaksikan seseorang yang telah pensiun kembali ke kampung halamannya.

Sesikun ini bersesuaian dengan pribahasa " Sejauh jauhnya bangau terbang, hinggapnya di kubangan juga"

Bagaimana apakah anda sudah mengetahui apa itu Sasikun Dialek A yang merupakan Pribahasa Hidup di Tengah Tengah Budaya Masyarakat Lampung?

Semoga sedikit ulasan tentang Sasikun Dialek A mampu memberikan sedikit penerangan tentang sasikun, Jika Artikel tentang sasikun ini dirasa bermanfaat , silahkan beritahu teman teman dengan cara membagikan artikel ini.
Read More
SESIKUN : Peribahasa Hidup ditengah tengah Budaya Lampung

SESIKUN : Peribahasa Hidup ditengah tengah Budaya Lampung

GOLETEKNO.COM SESIKUN ( Peribahasa) Hidup ditengah tengah Budaya Lampung. Tumbuh kembang bersama peradaban Lampung. Berikut ini merupakan Sesikun yang berkembang di suku Lampung dalam dialek A maupun dialek O.

Nyancan Inar, Ngilikko Tahi
Nyiccing Inar, Ngiyekken Tahei
(Membawa Lampu Menginjak Kotoran)
Membawa Obor atau Senter sebagai alat untuk menerangi saat berjalan namun dia menginjak kotoran. Makna dari sesikun ini adalah seseorang yang melanggar perkataannya sendiri. Misalkan dia member nasehat baik kepada orang lain tetapi dia sendiri melanggar nasehat tersebut. Seorang guru ataupun ulama yang selalu mengajarkan kebaikan akan tetapi apabila perilakunya tidak baik dan tidak sesuai dengan apa yang diajarkan maka orang Lampung menyindirnya dengan sesikun ini.

Nyapang Batang Mak Liwih Tuhot.
Nyappang Batang Mak Ngenah Tuhet.
(Melompati Batang tidak melihat tunggul)
Melompati batang yang sudah roboh namun kita tidak memperhatikan tunggul yang ada disekitar batang tersebut, sehingga bisa saja menusuk kaki kita. Makna dari sesikun ini adalah dikatakan kepada seseorang yang membicarakan kejelekan orang lain yang ternyata orang tersebut berada disana juga. Hal ini sering kita saksikan dilakukan oleh orang yang gemar bergunjing. Bila orang yang bersangkutan tidak terima maka bisa menimbulkan keributan.

Neguhko Besi Kukuh, Bang Kira Patah lagian.
Neguhken Besei Kukuh, Celeting Pateh Putting.
(Mengandalkan Besi Kokok, tak Tahunya Patah Juga)
Mengandalkan akan kekuatan besi namun ternyata besi itu mudah patah. Makna dari Sesikun ini adalah dikatakan kepada seseorang yang mengandalkan kekuatan dan kekuasaan saudaranya untuk menghadapi sesuatu masalah tetapi ternyata tidak dapat diandalkan. Baik karena dia tidak mau menolong atau pun kekuatan saudaranya itu belum apa apa bila dibandingkan dengan kekuatan lawan.

Malu Metuk Mak Malu Tabur Tahi.
Malew Metuk Mak Malew Tabui Tahei.
(Malu Kentut, tidak malu Tabor Tahi)
Malu kentutnya ketahuan orang tetapi tidak malu saat dia buang air dicelana. Makna dari Sesikun ini adalah orang yang merasa malu terhadap aib yang kecil, namun terhadap aib yang besar ia tidak malu. Semisal ia malu terhadap dosa kecil tetapi dia tidak malu untuk berzina. Tentu sepatutnya baik aib kecil maupun aib besar kita harus tetap merasa malu. Bukankah yang membedakan manusia dengan hewan adalah manusia memiliki sifat malu.
Read More
Mengenal Lebih Dekat dengan Filosofi Motif Tapis Lampung

Mengenal Lebih Dekat dengan Filosofi Motif Tapis Lampung

TAPIS merupakan sulaman khas Lampung yang sudah ada sejak dulu, Kerajinan ini umumnya di sulam oleh remaja putri dan ibu rumah tangga. Yang mana, pembuatan kain tapis ini berguna untuk memenuhi kebutuhan adat yang disebut begawi.

Berdasarkan informasi yang akang dapatkan dari Kolom POJOK SABURAI surat kabar Radar Lampung pada hari Rabu tanggal 2 Maret 2016, mari kita Mengenal Lebih Dekat dengan Filosofi Motif Tapis Lampung yang dalam hal ini ada 10 motif Tapis Lampung.

Mari Kita simak masing masing dari keunikan Motif Tapis Lampung ini :

1. Motif Pilin Berganda

Motif ini bermakna bahwa suatu peringatan untuk kita janganlah memutuskan ke muaghian. Maka jagalah hubungan dengan sanak famili untuk tetap harmonis baik itu dengan sanak famili yang dekat maupun snak famili yang jauh dari kita.

2. Motif Belah Ketupat

Motif Tapis Lampung dengan Belah ketupat ini mengandung makna kebersamaan. apabila kita mendapatkan kelebihan rezeki, sesungguhnya sebagian tersimpan dalam rezeki itu adalah hak orang lain.

3. Motif Pucuk Rebung

Dalam Motif Tapis Lampung Pucuk Rebung ini atau lebih kita kenal dengan tunas bambu, melambangkan hubungan kekeluargaan dalam sebuah keluarga yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. maka hendaklah kita selalu untuk tolong menolong dalam hal kebaikan. serta saling menegur apabila ada salah satu diantara keluarga kita yang melakukan kesalahan.

4. Motif Geometris

Motif Geometris ini menggambarkan bahwa tegaknya lembaga adat dapat terwujud apabila didukung oleh semua pihak yang berperan serta sesuai dengan keahliannya masing masing.

5. Motif Tajuk Bergaya

Motif Tajuk Bergaya ini menandakan mudah bergaul dan tetap menjaga piil pesenggighi.

6. Motif Bunga

Tapis Lampung dengan Motif Bunga memiliki makna setiap pekerjaan dan perbuatan haruslah rapih dan indah. Sehingga memiliki nilai estetika yang tinggi.

7. Motif Bulung Kibang

Dalam Motif Bulung Kibang ini melambangkan bahwa kemampuan merantau kelak akan pulang juga ke kampung halaman dengan membawa keberhasilan. dan dapat mengangkat derajat dan martabat keluarga.

8. Motif Pohon Hayat/Kehidupan

Motif Tapis Lampung ini juga melambangkan kemampuan seseorang dalam menempatkan diri di dalam sebuah kaum dapat menentukan jalan hidupnya.


9. Motif Burung

Motif ini melambangkan kebebasan. Bebas dalam menentukan pilihan asalkan tidak bertentangan dengan adat istiadat. berperilaku sopan, santun dan ramah.

10. Motif Naga

Motif Tapis Lampung dengan gambar Naga ini menggambarkan sifat pemimpin selain gagah berwibawa juga harus sabar, adil dan bijaksana.

Itulah 10 motif yang dapat akang bagikan sebagai upaya untuk mengenal lebih dekat dengan filosofi motif Tapis Lampung.

Baca Juga : Bahan dan Peralatan Pembuatan Kain Tapis

Jangan lupa untuk menshare ya...

Read More